Home
BPC - PHC
BPR Wonosari
PMKY
TPS - PSKY
PAKY
Dinamika Pelayanan
Selasa, 23 Sept 2014
 
MEMBINA GENERASI MUDA KINI BAGI
PELAYANAN DAN PEMBANGUNAN ESOK
 
Cari
Blessed to be a Blessing
(Belajar dari teladan Yusuf, Kejadian 45:5-8; 50:20) Oleh: Didik Bintoro Cahyo
Kisah Yusuf merupakan kisah yang familier bagi hampir semua orang Kristen. Kebanyakan dari kita pasti akan mudah mengingat kisahnya terutama tentang Yusuf dan istri Potifar, demikian juga tentang penderitaan dan kesuksesannya. Banyak ahli menilai bahwa kisah Yusuf merupakan karya terbesar narasi sejarah, yang mencakup penggambaran sifat, ketegangan, dan kebimbangan. Dari kisah yg luar biasa ini terdapat banyak pelajaran dan pesan Allah yang semestinya kita lakukan. Melalui kisah ini kita bisa melihat bagaimana kedaulatan Allah dan penyertaanNya atas kehidupan Yusuf terjadi dalam sepanjang alur kisah yang luar biasa ini.

Kisah Yusuf diawali dengan kecemburuan dan kebencian saudara-saudara Yusuf karena perlakuan istimewa sang ayah terhadap Yusuf, ditambah penglihatan Yusuf melalui mimpi yang dinilai saudara-saudaranya merendahkan mereka. Kebencian saudara-saudaranya ini menimbulkan persekongkolan untuk membunuh Yusuf. Dalam kisah Yusuf ini, Allah memakai Ruben dan Yehuda untuk mencegah persekongkolan saudara-saudaranya yang lain, yang ingin melenyapkan Yusuf. Yehuda yang tidak mau membunuh Yusuf memberi ide kepada saudara-saudaranya untuk menjual Yusuf. Kemudian Kafilah dari Gilead membawa Yusuf ke Mesir dan kemudian menjadikannya budak di rumah Potifar. Dari rumah Potifar inilah kisah perhambaan atau perbudakan Yusuf selama 13 tahun dimulai. Kesetiaan dan integritasnya membawa Yusuf masuk kedalam penjara, namun justru dari penjara inilah Yusuf akhirnya mengalami puncak kehidupannya karena dipercaya oleh Firaun untuk memimpin Mesir.

Kisah penggenapan rencana Allah melalui mimpi Yusuf 13 tahun sebelumnya, mulai terjadi melalui kunjungan pertama saudara-saudaranya ke Mesir karena kelaparan yang meluas sampai ke Kanaan. Kisah perjumpaan dengan ketegangan yang dramatis dan emosional tercipta dalam kisah ini. Namun yang menarik untuk kita renungkan adalah pernyataan Yusuf yang luar biasa, dalam Kejadian 45:5-8 dan 50:20 yang dikatakan kepada saudara-saudaranya. “…, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.”(Kej. 45:5b), dan “…untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong” (kej.45:7). Yusuf mengakui bahwa kejahatan yang dilakukan saudara-saudaranya terhadapnya merupakan karya pemeliharaan yang dikerjakan oleh Allah. Yusuf menyadari maksud dan tujuan Allah, kenapa dia harus mengalami penderitaan, kekecewaan, dan penantian selama 13 tahun. Yang lebih menarik lagi adalah pemahaman Yusuf bahwa maksud dan tujuan Allah terhadap hidup dan posisinya saat itu adalah bukan untuk kepentingan diri dan keluarganya tetapi untuk suatu maksud yang lebih besar yaitu “..untuk memelihara hidup suatu bangsa yang besar” (kej.50:20b)...lanjut

 
 
 
Agenda Umum Pelayanan
 
1 - 6
Kamp Medis Nasional Perkantas XV
5 - 6
Kamp Nasional Alumni Medis Perkantas
12 - 17
Kamp Nasional Mahasiswa
17
Doa dan Puasa Nasional, Rally KTB Siswa Wonosari
18 - 20
Retreat Staff Se-Indonesia
26
Seminar Pra Alumni (Kepemimpinan dalam dunia kerja)
26 - 27
Agustus Penyegaran Gabungan TPS Jogja, Wonosari, Wates
... lainnya
 
Anda Pengunjung ke:

sejak 27 November 2006
 
 LINK 
  www.sabda.org
  www.bible.com
  www.odb.org
  www.grad-net.net
  www.pemudakristen.com
 
SMS HOTLINE
Sampaikan pokok doa anda pada SMS HOTLINE melalui nomor :
08175450006 Atau (0274) 7477278
Perkantas Yogya juga siap melayani seluruh pertanyaan mengenai pelayanan yang sedang dikerjakan
maupun info lainnya.
  REKENING BANK
atas nama 
Johan Andreas Santosa
Acc. No. 78717070163
Lippo Bank
  Copyright © 2006 Perkantas DIY. All Rights Reserved. Development by Proweb